Revolusi Mental para pejabat negara, pegawai negara dan cara menjalankannya.



Revolusi mental yang dimaksud adalah perubahan yang diinginkan oleh suatu bangsa yang digagas oleh pimpinan negara khususnya presiden.

Anggapan kata revolusi mental terkemuka bukan tampa alasan dan hal ini dapat dirasaka oleh banyak masyarakat. Bagaimana tidak,   bila untuk urusan mulai dari tingkat RT sampai tingkat Pemerintah Daerah telah dirasakan rumitnya untuk urusan administrasi dan birokrasi. Kita ambil saja contoh banyaknya para pelamar CPNS tahun 2014 terhambat urusan daftar di portal karena NIK yang telah digunakan oleh orang lain yang semestinya tidak sama antara Nik  yang satu dan NIK orang lain. Apa yang menyebabkan hat tersebut bisa terjadi,  tentu ada masalah mental baik itu personal masalah ini sudah sistemik.


Mental yang bagaimanakah yang dianggap mental yang baik? Untuk memulai pendekatan arti kata revolusi mental itu sendiri, bisa dimulai dari diri sendiri dan lingkungan kerja. Bagai mana caranya, yaitu dapat menilai unsur Kesetiaan, Prestasi Kerja, Tanggung Jawab, Ketaatan, Kejujuran, Kerja sama, dan Prakarsa.

Kesetiaan dalam hal ucapan dan tingkah laku kepada negara dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab misalkan selalu mengutamakan kepentingan negara dari pada kepentingan diri sendiri, seseorang atau golongan.


Prestasi Kerja dapat dilakukan dengan selalu bersungguh-sungguh serta tidak mengenal waktu dalam manjalankan tugasnya. Karena bersungguh-sungguh sehingga mempunyai kecakapan dan menguasai segala seluk beluk bidang tugasnya dan bidang lain yang berhubungan dengan tugasnya.

Tanggung jawab seperti selalu menyelesaikan tugas yang di emban dengan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya. Sselalu berada di tempat tugas dalam segala keadaan.  Selalu mengutamakan kepentingan dinas. Tidak melempar kesalahan yang dibuat pada orang lain.

Ketaatan dalam hal mentaati peraturan perundang-undangan atau peraturan kedinasan, misalkan mentaati ketentuan-ketentuan jam kerja. Memberikan layanan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan bidang tugasnya.

Kejujuran seperti tidak menyalahgunakan wewenang. Melaporkan hasil kerja pada atasan sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Kerja sama yang di implementasikan dengan mengahargai pendapat orang lain, apa bila yakin dengan pendapat orang lain tersebut benar, dengan cepat dapat menyesuaikan pendapat dengan pendapat orang lain sehingga selalu dapat bekerja sama dengan orang lain menurut watu bidang tugas yang ditentukan.

Prakarsa yakni mengambil keputusan tampa menunggu petunjuk atau perintah dari atasan untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan tugasnya tetapi tidak bertentangan dengan kebijakan umum pimpinan.

Kepemimpinan harus dengan menguasai sepenuhnya bidang tugasnya, serta mampu mengabil keputusan dengan cepat dan tepat, mangemukakan pendapat dengan jelas, mampu menentukan prioritas, memberi teladan yang baik
Memperhatikan nasib dan mendorong kemajuan bawahan.


Dengan menjalankan poin-poin diatas tujuan dan harapan berbangsa dan bernegara yang dilandasi panca sila dan undang undang dasar negara kesatuan republik indonesi bisa terwujut atau tercapai.